Posts

RLI, Cikarang – Kabel berpelindung atau armoured cable seperti AWA (Aluminium Wire Armoured) dan SWA (Steel Wire Armoured) dirancang untuk memberikan lapisan perlindungan ekstra pada instalasi listrik. Dengan kemampuan menahan benturan, tekanan, gigitan hewan, serta berbagai kondisi lingkungan ekstrem, kabel ini menjadi pilihan utama untuk sistem listrik yang membutuhkan keamanan mekanis tinggi. Kabel armoured di Indonesia umumnya mengikuti standar nasional seperti SNI, SPLN, dan standar ketahanan api IEC 60332-1, yang digunakan luas di industri listrik Indonesia untuk memastikan keamanan instalasi.

Aplikasi Kabel AWA atau SWA

Kabel armoured sering disebut kabel baja berpelindung (SWA) atau aluminium berpelindung (AWA). Penggunaannya sangat luas, terutama pada area yang membutuhkan ketahanan terhadap kerusakan fisik.

1. Industri konstruksi

Kabel armoured banyak dipakai untuk distribusi daya pada bangunan industri maupun komersial. Perlindungannya yang kuat memastikan suplai energi tetap stabil dan aman dari risiko kerusakan. Instalasi pencahayaan luar ruangan dan lampu jalan juga mengandalkan kabel jenis ini karena tahan cuaca, tahan hewan pengerat, serta mampu menghadapi potensi perusakan (vandalism).

2. Area berbahaya

Di fasilitas seperti pabrik kimia atau kilang minyak, risiko ledakan atau kebakaran sangat tinggi. Kabel armoured memberikan perlindungan tambahan untuk mengurangi potensi kegagalan sistem listrik.

3. Instalasi bawah tanah

Lingkungan bawah tanah seperti terowongan, subway, dan jalur kabel bawah tanah membutuhkan ketahanan mekanis yang kuat. Kabel AWA atau SWA mampu menghadapi tekanan tanah, kelembapan, dan risiko gesekan selama pemasangan.

4. Industri pertambangan

Kondisi tambang yang berat menuntut kabel dengan daya tahan mekanis tinggi. Kabel armoured menjadi solusi ideal untuk memastikan sistem listrik tetap berfungsi.

5. Aplikasi kelautan (marine)

Lingkungan laut memiliki tantangan khusus seperti korosi akibat air asin dan cuaca ekstrem. Kabel armoured mampu menghadapi kondisi tersebut, sehingga sering digunakan di galangan kapal, pelabuhan, dan instalasi lepas pantai.

6. Berbagai industri lainnya

Mulai dari pabrik manufaktur, area pertanian, hingga pusat transportasi, kabel AWA atau SWA digunakan di berbagai sektor yang membutuhkan durabilitas tinggi dan perlindungan maksimal.

Keunggulan Kabel Armoured

Kabel armoured memiliki dua keunggulan utama yang membedakannya dari kabel tanpa pelindung:

1. Perlindungan mekanis yang sangat baik

Lapisan aluminium atau baja memberikan ketahanan terhadap, benturan, tekanan atau crushing, penetrasi benda tajam, tarikan saat pemasangan (pulling load). Ini menjadikan kabel AWA/SWA ideal untuk area konstruksi, pabrik, dan instalasi luar ruangan.

2. Tahan lingkungan ekstrem

Armor melindungi kabel dari, kelembapan, debu dan kotoran, suhu ekstrem, serta gigitan tikus atau hama lainnya. Hal ini memastikan performa kabel tetap stabil meskipun berada di lingkungan yang berat.

Untuk kebutuhan instalasi listrik yang memerlukan perlindungan mekanis tinggi, pemilihan kabel armoured yang tepat sangatlah penting. Di Indonesia, Kabel Jembo menjadi salah satu pilihan yang terpercaya karena diproduksi sesuai standar SNI, SPLN, dan IEC 60332-1, serta telah terbukti digunakan dalam berbagai proyek industri, komersial, hingga infrastruktur besar.

Jika kamu membutuhkan kabel armoured untuk proyek gedung, pabrik, jalan, pertambangan, atau instalasi bawah tanah, gunakan produk resmi Kabel Jembo dari mitra resmi, PT Rumah Listrik Indonesia yang terpercaya dengan pelayanan terbaik.

 

RLI, Cikarang – Dalam industri konstruksi, keberhasilan sebuah proyek tidak hanya ditentukan oleh kekokohan struktur atau kualitas material bangunan. Ada satu elemen yang sering kali dianggap sepele, tetapi memiliki dampak besar terhadap keamanan dan kelancaran proyek, yaitu kabel listrik. Bagi kontraktor, kabel bukan sekadar material tambahan, melainkan urat nadi yang menghidupkan seluruh sistem kelistrikan dalam gedung atau infrastruktur yang dibangun.

Kesalahan dalam memilih kabel listrik dapat menimbulkan berbagai risiko, mulai dari keterlambatan proyek, kerugian finansial, hingga ancaman keselamatan pekerja maupun pengguna akhir. Oleh karena itu, kontraktor harus cermat dalam menentukan jenis kabel yang digunakan pada setiap proyek.

Risiko Kabel yang Tidak Sesuai Standar

Penggunaan kabel dengan kualitas rendah atau tidak memenuhi standar nasional (SNI) berpotensi menimbulkan masalah serius. Beberapa risiko yang perlu diwaspadai antara lain:

Korsleting dan Kebakaran
Isolasi kabel yang tipis dan mudah rusak dapat memicu hubungan arus pendek. Dalam jangka panjang, hal ini bisa berujung pada kebakaran yang merugikan secara material dan reputasi.

Keterlambatan Proyek
Jika kabel yang dipasang tidak sesuai spesifikasi dan harus diganti, proyek dapat terhambat. Kontraktor akan kehilangan waktu dan tenaga, bahkan bisa terkena penalti akibat keterlambatan.

Biaya Tambahan
Kabel yang tidak tahan lama akan memerlukan perbaikan atau penggantian berulang. Akibatnya, biaya proyek akan membesar.

Reputasi yang Terganggu
Bagi kontraktor, kepercayaan klien adalah aset utama. Pemasangan kabel yang bermasalah bisa menurunkan kredibilitas di mata pemilik proyek dan mengurangi peluang mendapatkan pekerjaan berikutnya.

Pentingnya Kabel Bersertifikat SNI

Di Indonesia, penggunaan kabel bersertifikat SNI merupakan keharusan, terutama untuk proyek yang melibatkan pihak ketiga seperti PLN, pengembang properti, maupun pemerintah. Kabel SNI telah melalui uji kualitas dan keselamatan sehingga lebih terjamin dalam hal ketahanan isolasi, kapasitas hantar arus, dan keamanan instalasi.

Bagi kontraktor, menggunakan kabel SNI berarti:

– Meminimalkan risiko penolakan saat serah terima proyek.

– Memastikan instalasi sesuai regulasi Persyaratan Umum Instalasi Listrik (PUIL).

– Mengurangi potensi klaim garansi akibat kerusakan instalasi listrik.

Agar proyek berjalan efisien, kontraktor sebaiknya bekerja sama dengan mitra resmi penyedia kabel Jembo yang sudah ber SNI seperti PT Rumah Listrik Indonesia, yang mejamin:

Ketersediaan Stok – Progres proyek tidak terganggu karena kabel selalu tersedia.

Produk Asli Jembo – Kabel yang dipasok sudah dipastikan berkualitas, sesuai standar SNI, dan bebas dari risiko barang KW.

Pengiriman Tepat Waktu – Jadwal proyek dapat dipertahankan tanpa khawatir keterlambatan karena pengiriman kabel.

Dukungan Teknis – PT Rumah Listrik Indonesia dapat memberikan saran terkait jenis kabel yang paling sesuai dengan kebutuhan proyek.

Sebagai kontraktor, memilih kabel listrik yang tepat adalah langkah strategis untuk menjaga kelancaran proyek, keamanan instalasi, dan kepuasan klien. Menggunakan kabel berkualitas bukan hanya soal mematuhi regulasi, tetapi juga tentang membangun reputasi profesional yang berkelanjutan.

RLI, Cikarang – Kabel listrik merupakan komponen vital dalam kehidupan sehari-hari, baik di rumah, kantor, maupun industri. Namun, tidak jarang kita mendengar kabar terjadinya ledakan atau kebakaran yang dipicu oleh kabel. Pertanyaan yang sering muncul adalah: mengapa kabel bisa meledak? Dari pertanyaan ini kita perlu meninjau beberapa faktor utama yang memengaruhi keamanan kabel, mulai dari kelebihan beban listrik (overload), korsleting, hingga kualitas kabel yang buruk.

1. Overload: Beban Listrik yang Berlebihan

Salah satu penyebab paling umum kabel meledak adalah overload atau beban berlebih. Kabel memiliki kapasitas hantar arus yang terbatas. Jika arus listrik yang melewati kabel melebihi batas kemampuan, maka kabel akan panas berlebihan.

Dalam jangka waktu tertentu, panas ini akan merusak lapisan isolasi kabel, membuatnya rapuh dan mudah terbakar. Pada kondisi ekstrem, isolasi yang terbakar dapat memicu ledakan kecil disertai percikan api. Fenomena ini sering terjadi ketika satu stop kontak dipaksa menyalakan banyak perangkat berdaya tinggi secara bersamaan, seperti AC, kulkas, dan mesin cuci.

2. Korsleting Listrik

Korsleting listrik adalah kondisi ketika arus mengalir langsung dari kabel fasa ke kabel netral tanpa melalui beban. Hal ini bisa terjadi jika lapisan isolasi kabel rusak atau terkelupas, sehingga kedua inti kabel bersentuhan.

Korsleting menghasilkan arus sangat besar dalam waktu singkat. Akibatnya, kabel dapat mengeluarkan percikan api, suara ledakan, bahkan memicu kebakaran. Kasus korsleting inilah yang paling sering diberitakan sebagai penyebab kebakaran rumah maupun gedung.

3. Kualitas Kabel yang Buruk

Tidak semua kabel dibuat dengan standar yang sama. Kabel berkualitas rendah biasanya memiliki inti tembaga campuran atau diameter yang lebih kecil dari standar. Selain itu, lapisan isolasi yang tipis membuat kabel rentan rusak ketika terpapar panas, lembap, atau tekanan mekanis.

Kabel semacam ini ibarat “bom waktu” di instalasi listrik. Saat digunakan terus-menerus, terutama pada beban tinggi, kabel bisa cepat panas, meleleh, lalu meledak. Oleh karena itu, pemilihan kabel dengan standar SNI dan IEC sangat penting untuk menjamin keamanan.

Pencegahan: Investasi untuk Keselamatan

Ledakan kabel dapat dicegah dengan langkah sederhana namun penting:

  • Gunakan kabel berstandar SNI dan IEC, seperti Kabel Jembo, yang telah teruji ketahanan dan keamanannya.
  • Pastikan instalasi listrik dilakukan oleh tenaga ahli bersertifikat.
  • Hindari penggunaan stop kontak berlebih pada satu titik.
  • Lakukan pemeriksaan rutin instalasi, terutama di area dengan kelembapan tinggi.

Kabel yang meledak bukanlah peristiwa mendadak tanpa sebab, melainkan akibat dari overload, korsleting, atau kualitas kabel yang buruk. Dengan memilih kabel berstandar resmi dan melakukan instalasi sesuai aturan, kita dapat mencegah risiko kebakaran maupun kerusakan serius. Investasi pada kabel berkualitas adalah investasi pada keselamatan jangka panjang.

RLI, Cikarang – Pernahkah kamu bertanya-tanya, mengapa saat kebakaran terjadi lampu darurat bisa tetap menyala, alarm berbunyi keras, atau sprinkler otomatis menyemburkan air padahal api sudah melahap sebagian bangunan? Jawabannya ada pada satu elemen kecil yang sering terlupakan: Fire Resistant Cable (FRC).

Fire Resistant Cable (FRC) mulai dikenal di Indonesia seiring meningkatnya kebutuhan keselamatan instalasi listrik. Pada awalnya, banyak kebakaran terjadi karena kabel biasa langsung rusak saat terbakar, sehingga alarm kebakaran dan lampu darurat tidak berfungsi. Kini, kabel FRC semakin sering digunakan di gedung-gedung besar, rumah sakit, pusat perbelanjaan, dan jalur evakuasi karena mampu tetap menghantarkan listrik meski terkena api dalam waktu tertentu. Tanpa penggunaan kabel FRC, risiko yang muncul sangat besar: sistem alarm bisa mati, penerangan jalur evakuasi gagal berfungsi, dan proses penyelamatan terhambat sehingga dapat menimbulkan korban jiwa.

Mengenal kabel FRC dari Jembo Cable

Kabel FRC Jembo dirancang dengan lapisan perlindungan ganda yang membuatnya tahan panas ekstrem. Di sekitar inti tembaganya ada Mica Glass Tape (MGT), semacam selimut tahan api yang menjaga arus listrik tetap mengalir meski terjadi kebakaran. Lapisan isolasi XLPE juga ikut menambah ketahanan panas, sementara pada beberapa tipe bahkan ditambah Steel Wire Armour (SWA) yaitu anyaman logam yang berfungsi seperti baju besi agar kabel lebih kuat secara mekanis.

Tidak berhenti di situ, bagian luar kabel dilapisi bahan Low Smoke Zero Halogen (LSZH), yang artinya saat terbakar LSZH tidak menghasilkan asap tebal atau beracun. Jembo juga menggunakan material flame retardant khusus yang memperlambat rambatan api. Hasilnya, walau terjadi kebakaran, kabel FRC tetap kokoh dan asap yang muncul lebih sedikit serta tidak membahayakan pernapasan. Dengan kombinasi bahan ini menjadikan kabel FRC layaknya perisai bagi instalasi listrik yang kuat menahan panas sekaligus lebih aman bagi manusia di sekitarnya.

Sertifikasi dan Standar Keamanan

Kabel FRC Jembo diuji ketat sesuai standar nasional dan  internasional. FRC lolos uji IEC 60331 dan atau BS 6387 hingga suhu mencapai 750 °C. Uji ini membuktikan kabel bisa tetap menghantarkan listrik setidaknya 90 menit di tengah kobaran api. SNI/ISO pun menjadi standar umum bagi produk kabel lokal. Produk Jembo bahkan telah dipakai di fasilitas penting (seperti pusat data dan bandara) karena terpercaya keselamatannya.

Kabel FRC mungkin tidak terlihat sehari-hari, tapi fungsinya terasa jelas ketika bencana datang. Ia membuat sistem keselamatan bekerja lebih lama, memberi penerangan saat gelap, menjaga alarm tetap berbunyi, dan membantu evakuasi berjalan lebih aman. Bayangkan sebuah rumah sakit saat kebakaran, tanpa kabel FRC, listrik bisa padam seketika, peralatan darurat berhenti, dan pasien dalam kondisi kritis makin terancam. Atau pusat perbelanjaan, di mana ribuan orang butuh cahaya dan alarm untuk menemukan jalan keluar. Dengan teknologi dan material yang dirancang khusus, kabel FRC Jembo memberikan lapisan perlindungan tambahan yang sering kali menjadi pembeda antara risiko besar dan keselamatan. Karena itu, kehadirannya layak disebut sebagai pahlawan tersembunyi di balik keamanan bangunan masa kini.

RLI, Cikarang – Pernah terpikir kalau instalasi listrik yang tampak “sepele” di rumah sebenarnya bisa berdampak besar pada keselamatan keluarga? Di balik tembok dan langit-langit rumah, ada jaringan kabel yang harus dipasang dengan cermat. Dan ini bukan tugas yang bisa diserahkan kepada sembarang orang. Mengandalkan teknisi listrik bersertifikat bisa jadi keputusan kecil yang menyelamatkan Anda dari risiko besar.

Resiko jika instalasi listrik tidak berstandar resmi

  • Korsleting Listrik: Pemasangan kabel yang salah atau tidak rapi mudah memicu arus pendek (korsleting). Akibatnya peralatan elektronik bisa rusak. Korsleting yang tidak ditangani juga bisa menimbulkan percikan api dan memicu kebakaran.
  • Kebakaran: Arus listrik yang tidak terkendali akibat kesalahan instalasi bisa membuat suhu meningkat hingga membakar benda di sekitarnya. Banyak kasus kebakaran rumah yang berawal dari sambungan kabel yang keliru.
  • Keselamatan diri: Akibat paling fatal dari instalasi sembarangan adalah bahaya pada keselamatan penghuni. Listrik yang tersengat manusia bisa menyebabkan luka bakar parah, kejang, atau bahkan kematian.
  • Kerusakan Perangkat: Kesalahan pemasangan sering kali menyebabkan gangguan sistem listrik. Peralatan rumah tangga bisa cepat rusak atau tidak berfungsi optimal akibat tegangan tidak stabil. Hal ini akhirnya menambah pengeluaran karena harus mengganti atau memperbaiki alat elektronik.
  • Pelanggaran Standar: Instalasi tidak berlisensi biasanya tidak memenuhi standar keamanan (PUIL, SNI, dll). Hal ini meningkatkan risiko kecelakaan listrik. Contohnya, pemasangan dekat sumber air atau kabel berkapasitas kecil di area beban tinggi adalah pelanggaran yang berbahaya. Oleh karena itu sangat penting instalasi dilakukan oleh ahli terlatih sesuai regulasi.

Manfaat menggunakan teknisi listrik bersertifikat

  • Keamanan Terjamin: Teknisi bersertifikat telah diuji kompetensinya. Mereka memasang sistem sesuai standar keamanan (PUIL/SNI) dan mengetahui prosedur proteksi.
  • Kualitas Instalasi dan Efisiensi: Ahli berlisensi menggunakan material berkualitas tinggi dan bersertifikat SNI yang sesuai kebutuhan listrik rumah Anda.
  • Kepatuhan Regulasi: Teknisi resmi memahami aturan pemerintah terkait instalasi. Semua pekerjaan dilakukan sesuai ketentuan (PUIL, persyaratan PLN, izin bangunan, dsb).
  • Jaminan Kualitas dan Garansi: Banyak teknisi bersertifikat memberikan garansi hasil kerja. Artinya, jika ada masalah setelah pemasangan (misalnya korsleting atau kerusakan komponen), mereka akan memperbaikinya tanpa biaya tambahan dan siap melakukan perbaikan hingga tuntas.
  • Profesionalisme dan Keselamatan Kerja: Teknisi berlisensi tentu lebih terbiasa memakai alat pelindung (helm, sarung tangan isolasi, sepatu khusus) dan mengikuti prosedur keselamatan kerja. Mereka juga mengetahui aturan keamanan PUIL dan menerapkannya, sehingga penginstalan dilakukan dengan tingkat risiko yang lebih rendah.

Tips memilih teknisi listrik terpercaya

  • Rekam Jejak dan Pengalaman: Pilih teknisi atau perusahaan yang memiliki pengalaman dan rekam jejak baik. Minta referensi atau cek ulasan pelanggan sebelumnya. 
  • Lisensi dan Sertifikasi Resmi: Pastikan teknisi tersebut tersertifikasi resmi. Sertifikat resmi (misal Sertifikat K3 Listrik, Kompetensi Instalasi Listrik Domestik) menunjukkan bahwa ia telah lulus uji kompetensi. Jangan ragu meminta nomor sertifikat atau menanyakan kapan dan di mana ia dilatih.
  • Kualitas Material dan Standar Keselamatan: Periksa apakah teknisi menggunakan komponen berkualitas (kabel dan peralatan dengan label SNI). Teknisi andal juga akan menggunakan APD (helm, sarung tangan isolasi, sepatu tahan listrik) saat bekerja. Material standar dan prosedur keselamatan yang tepat menjaga instalasi Anda lebih awet dan bebas risiko.
  • Estimasi Biaya dan Garansi: Sebelum mulai kerja, mintalah estimasi biaya dan jadwal yang jelas. Tanyakan juga tentang jaminan pekerjaan. Teknisi yang profesional akan memberi garansi atau pelayanan purna jual jika ada kerusakan. Jaminan ini penting agar Anda tidak menanggung rugi sendirian bila terjadi masalah.
  • Komunikasi yang Jelas: Pilih teknisi yang responsif dan mau menjelaskan rencana kerja. Komunikasi yang baik memudahkan Anda memahami apa yang akan dilakukan dan mengurangi kesalahpahaman. Jika teknisi susah dihubungi atau kurang kooperatif, lebih baik cari pilihan lain.
  • Tanyakan Estimasi Waktu: Profesional biasanya memberikan jadwal pengerjaan yang masuk akal dan tidak menunda-nunda. Hindari teknisi yang memberi harga murah tapi menyelesaikan pekerjaan lama tanpa alasan jelas.